Kilas balik ke film pertama Ready or Not, Grace, seorang pengantin wanita, dipaksa mengikuti permainan mematikan oleh keluarga kaya suaminya tepat di malam pernikahannya. Premis tersebut berhasil menghadirkan ketegangan intens yang membuat para penonton terus dibuat tegang sepanjang film.
Di film Ready Or Not 2 : Here I come film ini melempar kembali Grace ke dalam permainan maut bersama keluarga elit lainnya. Bukan hanya Grace seorang, tetapi adik Grace yaitu Faith juga ikut kedalam permainan maut tersebut.

Source: Disney, Poster film Ready Or Not 2: Here I Come
Sekarang mari kita review! review ini merupakan review pribadi penulis yang sebelumnya sudah menonton film tersebut.
Secara keseluruhan, Ready or Not 2 tetap jadi tontonan yang seru dengan ending memuaskan, tensi yang konsisten menegangkan, serta unsur gore yang dieksekusi dengan cukup brutal dan menghibur. Film ini juga berhasil mempertahankan suasana tegang yang tidak monoton. Happy ending yang diberikan pun terasa cukup satisfying bagi penonton. Meski begitu, ada beberapa bagian yang terasa kurang masuk akal. Salah satunya keputusan Grace yang kembali memakai gaun pengantin di tengah situasi kacau, yang terasa agak dipaksakan demi estetika visual.
Para anggota keluarga konglomerat dalam film juga terkadang terlihat terlalu ceroboh. Beberapa kali mereka sudah berada selangkah untuk membun*h Grace, namun gagal karena keputusan yang terasa bodoh dan terlalu dibuat-buat demi memperpanjang cerita. Detail lain yang cukup mengganggu adalah kondisi para karakter yang seharusnya tetap penuh darah sepanjang film, tetapi justru terlihat “bersih” lagi di beberapa adegan berikutnya.
Ada juga pertanyaan yang cukup menarik di ending film: bukankah Grace secara teknis sudah menjadi bagian dari keluarga? Jika iya, seharusnya ia ikut terkena kutukan tersebut juga.
Di balik ketegangan dan gore nya, Ready or Not juga menyimpan pesan tentang pentingnya kasih sayang terhadap keluarga, keberanian dalam mengambil keputusan, serta semangat untuk tidak menyerah bahkan di kondisi paling buruk sekalipun. Lewat karakter Grace, film ini menunjukkan bagaimana seseorang harus tetap berjuang dan berpikir cepat demi bertahan hidup, meski berada dalam situasi yang terasa mustahil untuk dilewati.
Terlepas dari beberapa kekurangan itu, film ini tetap sangat worth to watch, terutama bagi penonton yang suka perpaduan horor, thriller, gore, dan dark comedy. Dengan ketegangan yang tetap terjaga hingga akhir serta ending yang memuaskan, Ready or Not layak mendapat nilai 8,7/10.

Leave a Reply